Kabar

Jumat, 02 Mei 2014

MEMAHAMI SOSIOLOGI

Drs. Yulius Slamet, MSc PhD Universitas Sebelas Maret Di dalam filsafat ilmu pengetahuan kita mengenal tiga perkara: 1. Ontologi 2. Epistemologi 3. Aksiologi PENGERTIAN ONTOLOGI Didalam sosiologi, ontologi menunjuk pada keyakinan fundamental yang dipegang oleh individu atau oleh masyarakat mengenai sifat dari sesuatu. Maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan apakah seorang peneliti apakah mungkin untuk memprediksi perilaku sosial sebagaimana memprediksikan alam.  Pertanyaan-pertanyaan ontologis dan jawaban-jawabannya itu akan membentuk cara kita berkeyakinan apakah mungkin untuk mempelajari dunia sosial. Cara memahami dunia atau sebagian dari dunia, harus membuat asumsi (secara implisit maupun eksplisit) mengenai ranah yang dipelajari. Oleh karena itu setiap ilmu termasuk sosiologi memiliki masing-masing ontologi (misalnya ontologi dari sosiologi adalah individu, lembaga sosial, proses sosial, norma, struktur sosial, peranan, dll). PARADIGMA Cara memahami itu yang disebut PARADIGMA. Paradigma adalah: A perspective or frame of reference for viewing the social world, consisting of a set of concepts and assumptions. The mental window through which the researcher views the world. Contoh misalnya perbedaan paradigma Karl Marx dan paradigma Malthus dalam mempelajari penyebab kemiskinan. UNSUR-UNSUR PARADIGMA UNSUR PARADIGMA 1. Subject matter Perbedaan pandangan mengenai subject matter didalam sosiologi menumbuhkan sejumlah paradigma: a. Paradigma fakta sosial b. Paradigma definisi sosial c. Paradigma perilaku sosial. 2. Orientasi teoretik. Perbedaan orientasi teoretik menumbuhkan berbagai perspektif teori. Dalam sosiologi dikenal: a. Pendekatan Struktural fungsional b. Pendekatan konflik c. Pendekatan interaksi simbolik. Contoh misalnya menjelaskan mengenai prostitusi. Menurut pendekatan struktural fungsional: 1. Prostitusi itu merupakan saluran seksual bagi orang-orang yang tidak disertai oleh pasangan permanennya sewaktu bepergian. 2. Menyalurkan hasrat seksual bagi orang yang lemah terhadap pasangannya karena sesuatu hal. 3. Memberikan saluran bagi mereka yang sedang mengalami kerusakan/keretakan hubungan dengan isterinya. 4. Penyaluran seksual bagi mereka yang suka hubungan seks secara tidak wajar . 5. Memberi tempat bagi mereka yang kurang laku dipasaran. Sebaliknya menurut PENDEKATAN KONFLIK adalah sebagai berikut: 1. Prostitusi adalah merupakan bentuk exploitasi laki-laki terhadap perempuan. 2. Prostitusi adalah cerminan budaya yang kuat menidas yang lemah. 3. Legalisasi prostitusi merupakan kemenangan laki-laki terhadap perempuan. 4. Memposisikan perempuan semakin lemah karena budaya membenarkan laki-laki berbuat seks diluar nikah itu wajar , tetapi tidak wajar bagi perempuan. Bagi perspektif INTERKASI SIMBOLIS yang dipelajari adalah: 1. Interksi yang bagaimana terjadi antara pembeli dan penjual (lewat perantara, atau bagaimana caranya). 2. Bagaimana dapat mengetahui diantara masing-masing bahwa mereka adalah partner yang potensial? 3. Bagaimana interaksi selanjutnya diantara penjual dan pembeli? Adakah tawar menawar harga tempat, waktu dll. 4. Bagaimanakah bahasa prokem, signal, dll.? 3. Unsur paradigma yang ketiga: METHODOLOGI Metodologi meliputi landasan filsafat yang dianut dalam proses penelitian, asumsi, nilai yang dianut, jalan berfikir (rationale), standar yang dipakai untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Metode adalah pendekatan untuk emenuhi tjuan penelitian melalui prosedur dan urutan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Metodologi berkaitan erat dengan epistemologi. Epistemologi menunjuk pada tipe dan tingkatan pembuktian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar